4 MISTERI DIDALAM KASINO YANG BELUM TERPECAHKAN SAMPAI SAAT INI

Ketika datang ke dalam tujuan parawisata, kasino secara bersamaan dapat menjadi salah satu atraksi yang paling populer di dunia sekaligus kontroversial. Setiap orang dapat menghabiskan waktu mereka dengan berjudi sembari bersantai didalam kasino tetapi mereka juga mudah untuk jatuh ke dalam perangkap kekalahan dan menempatkan finansial mereka didalam bahaya.

Mengingat bahwa pendirian rumah penghasil jutaan dolar ini sering dikaitkan dengan kejahatan yang terorganisir, maka hampir tak terelakkan ketika kasino baru dibuka maka tingkat kejahatan di suatu wilayah akan cenderung naik. Selama bertahun-tahun, kasino telah menjadi rumah bagi misteri yang belum terpecahkan, entah itu disinyalir sebagai aksi pembunuhan, penculikan atau perampokan.

  1. Hilangnya Agnes Le Roux.

Pada tahun 1977, Agnex Le Roux (29 tahun) adalah pewaris tunggal dari Palais de la Mediterranee, kasino populer di Nice, Prancis. Kasino tersebut dioperasikan oleh ibu Le Roux, yang menolak untuk mengijinkan putrinya untuk menarik warisannya. Le Roux kemudian memutuskan untuk menjual suaranya di dewan administratif kepada Jean-Dominique Fratoni, pemilik kasino saingan mereka yang mempunyai hubungan dengan Mafia. Hal ini memungkinkan Fratoni untuk membeli Palais de la Mediterranee dan Le Roux menerima uang senilai 3 juta Franc.

Pengambilalihan tersebut didalangi oleh seorang pengacara bernama Jean-Maurice Agnelet, yang juga merupakan kekasih Le Roux dan 3 juta Franc berakhir di rekening mereka. Pada tanggal 30 Oktober, Le Roux terlihat mengemudi mobilnya sebelum dia menghilang secara misterius.

Diduga, Le Roux meninggalkan catatan yang menyatakan bahwa dia ingin Agnelet yang menjaga segala sesuatu. Namun, Agnelet mempunyai wanita simpanan lain dan uang dari Le Roux dipindahkan ke rekening Agnelet dan pacar barunya. Meskipun gundiknya pada awalnya memberikannya sebuah alibi di hari hilangnya Le Roux, ia kemudian mengaku bahwa alibi yang diberikan adalah palsu.

Agnelet akhirnya didakwa atas pembunuhan Le Roux. Dia dibebaskan pada tahun 2006, namun keputusan itu dibatalkan sebab Agnelet menerima hukuman 20 tahun. Kemudian Pengadilan HAM Eropa menolak keputusan itu lagi dan Agnelet bebas pada tahun 2014. Kali ini, anak Agnelet menjadi saksi terhadap dirinya dengan mengklaim bahwa ayah dan ibunya memberatkan rincian tentang pembunuhan Le Roux. Akibatnya, hukuman Agnelet pun ditegakkan.

Namun masih ada kontroversi seputar kasus ini, sebab seorang mantan mafia mengklaim bahwa pembunuhan Le Roux sudah direncanakan oleh sekelompok mafia dan Agnelet tidak bersalah kerena memilih Agen SBOBET terpercaya untuk taruhan judi bola dan casino. Apapun kebenaran yang sesungguhnya, jasad Agnes Le Roux tidak pernah ditemukan.

  1. Hilangnya Jean Moore.

Pada tahun 1992, Jean Moore (59 tahun) tinggal di Apple Valley, California beserta tunangannya, Al Henderson. Pada tanggal 6 April, pasangan ini memutuskan untuk mengambil perjalanan selama 3 hari ke Laughlin, Nevada. Menurut Al, mereka berencana untuk memeriksa hotel dan rumahnya pada 9 April, namun Jeain ingin menghabiskan pagi itu dengan bermain mesin slot favoritnya di sebuah kasino didekat rumahnya. Al mengaku bahwa ia menurunkannya di kasino dengan catatan bahwa ia akan menemuinya di hotelnya nanti. Ketika Jean lama tak muncul, Al menyusul ke kasino tetapi tidak menemukannya.

Akhirnya, dia menghubungi polisi untuk melaporkan hilangnya Jean. Namun, anak-anak Jean dari pernikahan sebelumnya tidak pernah berpikir terlalu jauh tentang Al dan percaya bahwa ia bertanggung jawab atas hilangnya Jean.

Memang, beberapa ketidakcocokan mengganggu muncul didalam cerita Al. Ketika polisi memeriksa rekamana kasino dari pagi yang dimana Jean seharusnya menghilang, disana terlihat Al yang berjalan melalui are kasino di berbagai titik, tetapi Jean tidak terekam sama sekali. Bahkan, tidak ada bukti didalam video yang menunjukkan Jean pernah menginjakkan kaki di kasino tersebut.

Polisi mulai mempertanyakan dimana pasangan tersebut sebenarnya berada selama 3 hari perjalanan mereka ke Laughlin. Malam sebelum hilangnya Jean, Al membuat panggilan telepon dari Laughlin yang menyatakan bahwa dia ingin berbicara sebentar dengan Jean. Namun pada hari yang sama, saksi mengaku telah melihat Jean dan Al berjalan bersama di sebuah pompa bensin di Apple Valley.

Terlepas dari kontradiksi bermasalah, kasus ini semakin rumit. Al Henderson meninggal pada tahun 2001 dan Jean Moore tidak pernah ditemukan.

  1. Pembunuhan Gail Anne Thompson.

firearm-409252_640Pada tanggal 3 Mei 1996, Gail Anne Thompson (56 tahun) dan suaminya, Bobby meninggalkan rumah mereka di Middleton, Idaho untuk menghabiskan perjudian akhir pekan di Jackpot, Nevada. Mereka didampingi oleh pasangan lainnya dan tinggal di Cactus Pete’s Resort Casino.

Malam berikutnya, Bobby dan pasangan lainnya pergi ke kamar hotelnya sementara Gail terus berjudi di kasino. Bobby mengklaim bahwa dirinya bangun keesokan harinya dan terkejut menemukan istrinya tidak berada di tempat tidur mereka. Dia dan beberapa orang mencarinya ke hampir seluruh ruangan di Jackpot, tetapi tidak berhasil menemukan jejaknya. Bobby juga mengajukan laporan orang hilang kepada polisi setempat. Namun dikarenakan teman-temannya perlu kembali ke rumahnya masing-masing, jadi Bobby mengantar mereka kembali ke Middleton sebelum masalah itu dapat diselesaikan.

Pada pagi hari tanggal 6 Mei, tubuh Gail ditemukan di suatu tempat dan kondisinya terbengkalai. Kepalanya dipukul dengan objek yang tidak diketahui dan tenggorokannya dipotong. Tetapi adegan ini tampak bertahap. Meskipun celananya turun sampai ke bawah lutut, namun tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual. Tas, cincin kawin dan uang senilai US$ 20 milik Gail juga ditinggalkan di lokasi kejadian. Namun, para saksi mengakui bahwa ia sempat mengambil uang dari kartu ATM sehari sebelum dirinya tewas.

Pihak investigasi mencatat bahwa Bobby tampak berkelakuan aneh dan bersikap tidak peduli ketika istrinya meninggal. Pasangan lain mengklaim bahwa ada permusuhan diantara Gail dan Bobby karena dia ingin pindah ke Kansas untuk hidup lebih dekat dengan keluarganya. Karena ini adalah pernikahan kelima Bobby, ia mengangkat beberapa alis dengan menikah kembali hanya 3 bulan setelah kematian Gail.

Namun, Bobby meninggal pada tahun 2000. Jadi, jika Bobby mempunyai jawaban apapun tentang pembunuhan Gail yang belum terpecahkan maka Bobby membawa jawaban tersebut ke dalam kuburnya.

  1. Perampokan yang terjadi di Kasino Horizon.

Pada pukul 04:00 pagi tanggal 9 November 2003, petugas mesin slot di kasino Horizon di Vicksburg, Mississippi melangkah keluar pintu masuk karyawan untuk istirahat. Dia terkejut setelah bertemu seorang pria bertopeng tidak dikenal mengenakan jaket Dallas Cowboys dan mengeluarkan pistol serta memaksa semua karyawan untuk membiarkan dia masuk. Pria bersenjata kemudian memerintahkan petugas untuk membawanya ke brangkas terdekat, dimana uang tersebut tersimpan. Pelaku mengatakan bahwa 2 bom telah dipasang didalam gedung dan menuntut agar semua karyawan menyerahkan uangnya. Para karyawan yang ketakutan pun mengabulinya dan perampok meninggalkan gedung dengan menggasak uang senilai US$ 60.000.

Setelah perampokan tersebut berakhir, kasino dievakuasi dan kotak sepatu yang dibungkus lakban ditemukan di area bongkar muat. Namun ini adalah “bom” palsu. Untuk memperumit masalah, satu jam sebelum perampokan terjadi, seorang penelepon tak dikenal menelepon tentang ancaman bom palsu ke arah Rainbow Casino sekitar 6 km jauhnya dari Horizon Casino. Demi meyakinkan aksinya, sebuah kebakaran hebat terjadi di sebuah sekolah dasar lokal sehingga membuat polisi dan pemadam kebakaran setempat berjuang untuk memadamkan api saat pencurian tersebut berlangsung di jam yang sama.

Pihak investigasi percaya bahwa perampok yang membuat ancaman bom palsu tersebut sengaja membakar sekolah untuk membuat beberapa polisi sibuk, sementara ia dapat dengan leluasa melakukan perampokan. Skema ini tentu saja bekerja. Setelah hampir 12 tahun, kepolisian belum membuat jawaban untuk mengidentifikasi si pelaku atau mengembalikan uang yang berhasil dicuri.